Skip to main content

Posts

opini : lagu Ojo Kondo Sopo-Sopo - Cak Diqin ft. Endah Laras

Ketika Cinta Tak Harus Memiliki Salah satu lagu campursari favorit yang saya temukan sekitar tiga tahun lalu ini merupakan ciptaan seorang penyanyi campursari asal kota Banyuwangi, Cak Diqin. Lagu berjudul Ojo Kondo Sopo – Sopo ini dinyanyikan dengan apik bersama penyanyi campursari bersuara merdu nan multitalented , Endah Laras. Menurut saya, lagu ini termasuk lagu bertema “sedih” karena mengisahkan tentang seorang lelaki yang cintanya ditolak oleh gadis pujaannya. Saya menyukai lagu ciptaan Cak Diqin ini karena walaupun bertema sedih, lagu ini tidak terdengar menyedihkan. Musiknya tidak terlalu cepat, tidak terlalu lambat, tapi menenangkan dan enak untuk didengarkan -khususnya bagi yang sedang merasa mellow karena cintanya bertepuk sebelah tangan.. hehe . Hal lain yang membuat saya jatuh cinta pada lagu ini tentunya karena suara mbak Endah Laras yang selalu terdengar bening dan indah.

Don't Sweat the Small Things for Women, by Kristine Carlson

#bigquote for a Truly Happy Woman Seorang wanita dengan rasa percaya diri yang sejati adalah wanita yang paling menarik, karena kecantikannya datang dari perasaan nyaman tentang dirinya sendiri. Perasaan nyaman yang berasal dari dalam. Daripada menyesali masa lalu yang tidak bisa kita ubah; daripada melihat ke belakang atau ke depan; khawatir dan mengantisipasi yang terburuk; lebih baik pusatkan perhatian kita ke sini dan sekarang. 

YongSeo Story (part II)

A Ring I'm Always Dreaming of.. Our couple rings ^^ Yonghwa dan Seohyun pergi ke sebuah toko di Sindangdong pada pertemuan pertama mereka –tengah malam, di bawah guyuran hujan. Mereka membeli beberapa couple stuffs seperti kaos kaki dan cangkir. Saat itu, Yonghwa menemukan rak cincin dan menawarkan pada Seohyun untuk membeli “engagement ring” dan memakainya bersama - sama. Seohyun pun tertarik dengan ide Yonghwa dan mulai mencoba cincin yang ada di rak tersebut. Mereka akhirnya menemukan cincin yang cocok di jari manis mereka dan memutuskan untuk memakai cincin tersebut sebagai couple rings. Cincin yang mereka beli di toko itu hanya seharga 2000 won atau sekitar Rp 20.000, namun Yonghwa bercanda pada Seohyun untuk mengatakan pada semua orang bahwa cincin tersebut adalah cincin yang sangaaaaattt mahal :D Seohyun hanya ketawa – ketiwi saja dengan perilaku Yonghwa tersebut. Syukurlah ya, Seohyun gak protes ketika dibelikan cincin seharga 2000 won oleh Yonghwa, padahal dia m...

Terapi Mendengarkan

Thanks for Listening^^ Terkadang saya merasa tidak dapat mengontrol “apa” yang keluar dari mulut saya. Terlebih kalau sudah bertemu dengan teman karib, apa saja bisa menjadi bahan obrolan. Mulai dari obrolan ringan seputar kehidupan sehari – hari saya, pandangan saya tentang “gosip” yang lagi in, sampai curhat masalah – masalah yang lumayan sensitif. Koq rasa – rasanya semua tentang saya ya.. Bahkan, kalau lawan bicara saya terlihat tidak antusias dengan apa yang saya bicarakan, saya jadi merasa kesal dan sakit hati. Padahal mungkin saja, saya memang pembicara yang membosankan dan “mendominasi” pembicaraan.. hehe. Dihantui perasaan yang tidak enak karena terlalu banyak ngomong serta masukan dari beberapa buku, saya memutuskan untuk insyaf dan akan berusaha mengubah kebiasaan berbicara menjadi kebiasaan mendengarkan. Eh, kenapa ya harus mendengarkan?

opini : buku Back Door Java (bagian 3)

Rumah dan Sebuah Pintu Belakang yang Hilang Menurut Janice, Kampung Rumah Putri didominasi oleh kelompok keluarga besar. Biasanya, di kampung terdapat tradisi ketika orang tua akan menyiapkan sebidang tanah dengan rumah untuk anak – anaknya. Warga kampung pada umumnya masih memiliki ikatan saudara -walaupun terkadang ikatan jauh. Saya juga mengamati hal ini terjadi di desa tempat kakek dan nenek saya tinggal. Dari 6 orang anak kakek, hanya ayah saya saja yang tinggal di kota berlainan. Salah satu om saya yang tertua tinggal di desa yang sama, tapi berbeda dusun. Satu om yang lain membangun rumah tepat di samping rumah kakek. Satu tante saya juga membangun rumah di dekat rumah kakek. Salah satu tante yang lain tinggal di desa yang sama, hanya di dusun yang berbeda dari dusun kakek maupun dusun om yang tertua. Bahkan, tante yang paling muda dan suaminya tinggal satu rumah dengan kakek dan nenek. Setiap lebaran tiba, saya dan keluarga dari ayah pergi mengunjungi kerabat – kerabat t...

opini : buku Back Door Java (bagian 2)

Kehidupan Warga Kampung Warga Kampung Rumah Putri beranggapan bahwa tinggal di kampung lebih baik daripada tinggal di kota. Kehidupan di kampung kental dengan sikap tolong menolong dan tenggang rasa. Ada saja warga yang memberi makanan pada tetangganya, bila si tetangga tersebut tidak memiliki apa – apa untuk dimakan. Kedekatan antar warga kampung ini akhirnya menimbulkan suatu peraturan tidak tertulis bahwa warga yang tidak ambil bagian dalam kehidupan kampung akan dikucilkan. Seorang warga kampung yang tidak pernah keluar rumah di sore hari untuk sekadar ngobrol dengan tetangga atau menyapu halaman rumah, dianggap tidak ambil bagian dalam kehidupan kampung. Begitu juga dengan warga yang sepulang kerja tidak membiarkan pintu rumahnya terbuka dan tidak pernah tampak di depan rumah akan dituding bukan warga kampung. Janice menyimpulkan, agar diterima sebagai warga kampung, setidaknya ia harus membiarkan pintu rumahnya terbuka pada saat – saat tertentu dan muncul di halaman rumah ses...

YongSeo Story (part I)

JYHeffect (Jung Yong Hwa effect) Saya sempat merasa sedih dengan "pengakuan" Yonghwa di sebuah acara talk show yang menyebutkan bahwa dirinya dan Seohyun not dating and not living in the same building. Sebetulnya sih, saya tidak ingin mempercayai pernyataan Yonghwa ini..hehe. Setelah saya pikir – pikir lagi, sepertinya saya harus mempercayai apa yang telah dijelaskan oleh Yonghwa. Percaya kalau memang mereka (saat ini) tidak memiliki hubungan yang spesial atau hubungan yang lebih dari sekadar teman. Lagipula, saya menyukai couple ini karena mereka banyak memberi inspirasi dan semangat tersendiri bagi saya. Oleh karena itu, saya harus tetap mencari hal – hal yang inspiratif saja dari mereka :). Biarlah, waktu yang menjawab. Hanya Tuhan yang tahu apa yang terbaik untuk mereka (loh???).