Skip to main content

Posts

Showing posts with the label cerita pendek

Dan Brown

Kekuatan Niat itu.. Nyata! Saya suka membaca. Non-fiksi. Untuk fiksi seperti novel gitu lumayan jarang, dan biasanya juga hanya meminjam dari teman. Tapi pada suatu hari, saya kenal dengan seseorang pria yang menurut saya husband-able (alias kandidat kuat untuk dijadikan calon suami). Singkat cerita saya tertarik pada pria ini dan berencana untuk lanjut PDKT hehe . Setelah beberapa kali mengobrol saya baru tahu kalau dia adalah penggemar Dan Brown dan sangat suka membaca novel – novel fiksi karya penulis yang sukses lewat The Da Vinci Code tersebut. Dan Brown? Saya tahu Dan Brown karena pernah melihat film berjudul The Da Vinci Code yang ditayangkan di bioskop Trans TV. Saya tertarik untuk melihat film itu karena pemeran utama yang diperankan oleh Tom Hanks (teringat adegan antara dia dengan Wilson si bola voli di film Cast Away ). Film The Da Vinci Code memang menegangkan, tapi saya kurang begitu mengerti dengan isi ceritanya. Inti yang saya tangkap dari film ini adalah...

Pesan Singkat (2) (end)

Please, be happy :) Received: 05:57:44 Jan-20-2011 iya, kbtulan qt pny interest yg sama, laut… drpd sndiri ya brng2 ajalah… meuni sring pisan ngambek hehe (see the original post here ) Iya, kebetulan hari ini tepat 6 tahun telah berlalu. Lama juga ya, ternyata. Si empunya pesan sekarang sudah menikah. Benar – benar menikah dengan sahabat yang ada di pesan ini. Saya belum menyampaikan ucapan selamat secara langsung, tapi saya yakin dia sudah tahu bagaimana saya ikut bahagia atas momen penting dalam hidupnya tersebut.  Bagi saya, dia adalah orang yang pada akhirnya membuat saya “melek” akan perbedaan. Dia membantu saya belajar memahami bahwa di dunia ini akan selalu ada sudut pandang lain. Selalu ada pertimbangan lain. Selalu ada perilaku yang berbeda. Selalu ada cara lain untuk menunjukkan rasa sayang. Selalu ada perasaan orang lain untuk dipikirkan. You’re not a centre of this universe .  Saya senang bisa bilang padanya, maaf. Maaf karena dulu sering...

Pesan Singkat

a random day in 2013~ Saat aku teringat tentangnya, mengapa lebih banyak berhubungan dengan hal – hal melankolis ya? Aku mengerutkan dahi. Mencoba mengingat hal – hal yang menyenangkan, setidaknya yang mampu membuatku tersenyum. Hmm …banyak sih , tapi apa saja ya? Aku kembali berusaha mengingat. Satu, dua, tiga, empat kenangan kemudian terlintas. Tapi, tetap saja hanya sedikit. Untuk mendapat lebih banyak lagi potongan kenangan itu, aku harus meluangkan waktu melamun yang lebih lama. Hehe .. Aku membolak – balik halaman buku harianku. Ternyata, aku tidak banyak menulis disana. Kalaupun menulis, tetap saja tidak detail. Aku tidak bisa mengingat seluruh cerita dengan hanya membaca catatan di buku harianku.  Tiba – tiba mataku tertuju pada sebuah benda mati (yang terasa hidup) di atas meja. Ya, handphone berbentuk kotak yang sudah cukup lama mendampingiku. Aku baru menyadari kebiasaanku yang terkadang menyimpan pesan singkat darinya. Segera kubuka ratusan pesan singk...

Catatan Kecil (1)

Gen Super The Wonderful World of Captain Kuhio Saya sering berpikir, apakah laki – laki super parah yang sering diceritakan di film – film itu memang benar ada di kehidupan nyata? Laki – laki yang suka mengobral rayuan dan gombalan, memiliki sikap super nyebelin serta menggoda wanita sesuka hatinya. Tapi anehnya, sang wanita yang ia goda selalu tertipu dan masuk perangkap gombalan “maut”nya. Lalu sang wanita akan mempercayai apa yang dikatakan lelaki tersebut. Percaya saja kalau lelaki itu benar – benar menyayanginya dan benar – benar ingin serius berhubungan dengannya. Sehingga sang wanita jadi menutup mata walaupun lelaki itu ternyata seorang penipu yang hanya ingin mengambil keuntungan semata atau kalau lelaki tersebut tertangkap basah sedang mendekati perempuan lain. Saya saja sampai gemas kalau sedang menonton film yang menceritakan tentang kisah lelaki seperti itu. Sambil ngedumel , aku selalu nyeletuk “ Aduuuh… tuh cewek aneh banget deh ! Udah tau cowok ga jelas g...

Catatan dari Kota Malang

ijen boulevard : sebuah janji yang (tidak) ditepati Kota Malang merupakan salah satu kota favorit saya (mungkin kau juga) bahkan walaupun kita sama - sama belum pernah mengunjunginya. Kita kan pernah berjanji akan pergi ke Kota Malang bersama – sama suatu hari nanti. Naik kereta atau naik bis tidak masalah, yang pasti saat sampai di Malang nanti kita harus mengunjungi Ijen Boulevard terlebih dahulu, sebuah kawasan elite dengan jalan besar yang jadi favorit saya, di Kota Malang.

Catatan dari Pinggiran Kota Jogjakarta

What's Your Dream, Anyway? Alkisah, seorang bocah berusia sekitar 10 tahun di pertengahan tahun 70-an, mencari rumput untuk ternak ( ngarit ) di pagi dan sore hari. Selesai ngarit , si bocah bergegas untuk pergi ke sekolah yang berjarak beberapa kilometer dan harus ditempuh dengan berjalan kaki. Oh iya, ini plus tidak pake sarapan pagi terlebih dahulu. Si bocah harus berpacu dengan waktu untuk sampai ke sekolah. Kalau si bocah terlambat datang dan tidak kebagian tempat duduk, kemungkinan besar ia harus kembali lagi ke rumah. Maklum, sekolah murah memang selalu minim fasilitas. Nilai - nilai di sekolah kadang jadi mengkhawatirkan, apalagi kalau sudah pelajaran hitung - hitungan. Tidak ada waktu mengulang belajar di rumah. Banyak teman - teman satu kampungnya yang akhirnya menyerah dan berhenti sekolah. Lebih baik jadi kuli pasir atau cari pekerjaan di luar kampung, mendekat ke tengah kota Jogjakarta. Meskipun begitu, si bocah percaya bahwa sekolah -ijazah- penting dan ia harus...